Teman 5 Rantai

Teman 5 Rantai

Pernahkah kita berpikir, Sobat… bahwa di sebuah kota yang asing nan jauh di sana ternyata ada seorang teman yang menunggu?

Mungkin bukan teman langsung kita, tapi temannya teman sampai lima atau enam rantai pertemanan. Tak percaya?

Percayalah… karena aku sendiri mengalaminya.

***

Sebagian orang menggunakan cutinya dengan selektif sekali, kadang hanya dihabiskan untuk acara keluarga atau kepentingan mendesak. Lah aku malah menghabiskan sisa cuti tahun ini untuk pergi ke kota asing yang tak seorangpun kukenal di sana. Jangan dikira aku ini seorang traveler dengan lembaran tiket pesawat di tangan dan koper penuh barang berharga. Empat hari cuti kebanyakan menguap di gerbong kereta api. Hehehe.

Perjalanan ke Banyuwangi memang jauh dan tak ada seorang pun yang kukenal. Alternatif terakhir adalah ikut menginap di seorang Ibu yang baru-baru mengambil cuti melahirkan dari kantor yang tinggal di rumah orangtuanya di Jajag, dua jam perjalanan ke pusat kota Banyuwangi. Beratttttt!

Aku jadi ingat saat aktif di rohis mesjid dulu sempat dapat julukan cowok H-1. Karena kalo punya rencana atau plan nyaris selalu dadakan. 6 jam sudah aku habiskan duduk di kereta Gaya Baru Malam dari Jakarta ke Surabaya, waktu maghrib sebentar lagi menjelang, tapi baik akan bermalam di mana di Surabaya maupun tempat menginap di Banyuwangi aku belum bisa memastikannya. Dong-dong. Btw bukan kali ini saja kegilaan yang pernah kulakukan. Fyi… aku juga tak mungkin nginap di hotel karena biar awal bulan, isi dompet sudah akhir bulan. Parahhhh!

Satu-satunya teman akrab yang pernah tinggal di Surabaya, sebut saja Putri, dia sedang di Blitar dan seperti namanya juga tak mungkin aku nginap di tempatnya. Hehehe. Sayangnya teman-teman Futri yang dekat Surabaya Gubeng sedang tak ada di tempat. Uniknya ketika dia memberikan kontak seorang ikhwan yang tinggal dekat Universitas Negeri Surabaya, cukup jauh dari Surabaya Gubeng, hal itu mengingatkanku pada seorang “malaikat penolong” saat backpacking ke Bali akhir 2013 lalu. Kesamaan dari teman Putri dan malaikat penolong ini ialah sama-sama anak KAMMI. Peristiwa teman 5 rantai pun akhirnya dimulai.

“Antum ada kenalan Kammi Banyuwangi dan atau yang tinggalnya deket Surabaya Gubeng, Akh? Ane lagi di kereta… hehe”

Yapz. Pesan terkirim. Sob, orang gila mana yang baru sms temennya saat udah di kereta mau ke Banyuwangi dan harus transit di Surabaya? Towewew.

“Hemm.. dulu saya pernah kontak ketum kammi daerah surabaya. Cuman tadi saya sms belum bales orangnya.” balas temanku. Setelah memberikan kontak ketum Kammda Surabaya yang punya nama sama denganku ini, seperempat jam kemudian dia mengirim sms.

“Kalau Banyuwangi Asmi Unair (bukan nama sebenarnya), beliau kadep kaderisasi Kamda asal sana dan sekarang masih di Banyuwangi belum balik Surabaya.”

Singkat cerita, jam setengah sepuluh malam akhirnya aku dapat kepastian nginap di mana selama transit di Surabaya. Masih setengah jalan menuju Banyuwangi. Tanpa buang waktu, aku segera menghubungi Akh Asmi ini.

“Salam kenal Akh Asmi… Ana dapat nomor antum dari Kammda Surabaya. Ana kebetulan lagi perjalanan ke Banyuwangi, Jumat malam sampe sana. Kalo boleh ana izin ikut nginap di tempat antum. Salam. Kebetulan ana akrab juga sama teman-teman Kammi di Jakarta. Agung”

Tanpa menunggu lama kami pun beberapa kali berbalas pesan. Asmi bersedia membantuku mencarikan teman untuk menginap selama di sana. Inilah asyiknya jadi bakcpacker, seringkali bertemu dengan orang-orang baik yang siap menolong bahkan pada orang asing sekalipun. Mungkin tak banyak yang memperhatikan a true backpacker seringkali bertransformasi menjadi orang dengan kepribadian supel nan akrab serta mudah menolong orang lain karena pengalamannya selama di jalan.

Ada kejadian lucu dengan “Akh Asmi” ini. Aku telat sadar padahal sedari awal dia bilang akan mencarikan teman saja di Banyuwangi supaya lebih leluasa. Kenapa bukan di tempat tinggalnya saja? Pertanyaan itu terjawab dengan balasan smsnya.

“Ana akhwat akh, jadi ana carikan tempat menginap yang sesuai. Kalo boleh tahu ada acara apa di Banyuwangi?”

Merah padam sudah wajahku, Sob. Hehehe.

Dari ukh Asmi inilah akhirnya dia menghubungi seorang teman akhwatnya di Banyuwangi, lalu teman akhwatnya mengirimkan nomor Cak Mul, ikhwan yang aktif di salah satu lembaga zakat kota Gandrung ini, lalu Asmi mengsms Cak Mul sekalian mengirimkan nomorku, dan di Sabtu (6/7) pagi ada sms masuk dari Cak Mul ke nomorku.

“Assalamu’alaykum Ak Agung. Afwan ana Mulyono dari Banyuwangi. Ada yang bisa saya bantu?”

Ketika sms dari nomor yang tak kukenal ini masuk. Kutahu ada seorang teman di Banyuwangi melalui lima rantai pertemanan yang ditakdirkan Allah bertemu denganku. Eaaaa.

***

Catatan: Dalam studi sosiologi dan teori sosial media, dikenal fenomena Six Degrees of Separation” atau “Enam Derajat Pemisahan. Teori yang pertama kali dicetuskan oleh Frigyes Karinthy di tahun 1929 ini adalah sebuah teori yang mengatakan bahwa setiap manusia di bumi memiliki hubungan dengan siapapun manusia lainnya, yang hanya terpisah sejauh 6 orang. Dengan kata lain, dua orang yang tidak saling kenal di dunia ini dapat dihubungkan satu sama lain melalui (rata-rata) 6 pihak.

Tak perlu takut jika kita berlari sampai ke ujung dunia sekalipun, Sob, karena siapa tahu ada seorang teman dari lima atau enam rantai pertemanan yang kita punya sudah menunggu di sana.😀

***

Agung Dodo Iswanto

Redaktur Pelaksana Annida yang freak banget dengan dunia kreatif aka creative wannabe. Lulusan SMAN Rancaekek ini sukses jadi juara pertama Netizen Journalism Indonesia Creative Power Kemenparekraf 2013. Selain membaca dan menulis, anggota madya FLP Jakarta ini juga demen backpacker dan melakukan riset serta pengembangan produk kreatif. Hobinya adalah sharing dan kolaborasi kreatif.Oya, dia juga tercatat sebagai member laki-laki pertama hijab @nalacity. Bukan buat jualan jilbab ke akhwat-akhwat, tapi ngajak ikhwan dan semua lelaki yang peduli pada ibu, istri dan saudara perempuannya, untuk menjadikan hijab sebagai hadiah terbaik dari seorang muslim pada muslimah. ^_^

Fb : Agung D. Iswanto https://www.facebook.com/agungdodoTwitter : @agungdodoiswant https://twitter.com/AgungDodoIswantBlog : agungdodoiswanto.tumblr.com

sumber : Annida online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s