Kusewakan Mukenaku Demi Rupiah

“Kusewakan Mukenaku Demi Rupiah”
Oleh Tyas Annisa NA

“Neng, mukenanya neng,” panggilan itu terdengar begitu lemah. Jelas saja, suara itu tak lain milik bu Heri, seorang penyedia jasa sewa mukena di Mesjid Istiqlal Jakarta. Terenyuh dengan panggilannya, saya pun menghampiri wanita paruh baya itu, tepat Rabu sore, 9 Juli 2014. Bermodal lima pasang mukena, ia datang setiap hari sejak pukul 14.00 WIB hingga sholat tarawih berjamaah usai.

Jasa sewa mukena ini sebenarnya sudah dilarang pihak pengelola mesjid sejak beberapa bulan yang lalu. Namun, bu Heri dan satu orang rekannya masih dibolehkan membuka jasa sewa mukena karena mereka termasuk “orang lama” di Istiqlal. Wajar saja, ia telah menggantungkan hidupnya pada jasa sewa mukena selama kurang lebih 15 tahun, sepeninggal suaminya.

Sempat merasa janggal, akhirnya saya pun memberanikan diri bertanya tentang alasan bu Heri bertahan menjadi penyedia sewa mukena.

“Ya gimana lagi neng, ibu kan udah nggak ada suami. Cuma ini yang bisa buat sehari-hari. Belum lagi, anak ibu yang satu sakit. Jadinya nggak ada pilihan lain.”

Ternyata, tak ada patokan tarif khusus untuk setiap mukena yang disewakan. Penyewa cukup memberikan infaq seikhlasnya pada bu Heri. Baginya, besar kecil uang yang ia terima sudah jadi ketetapan Allah. Ia pun sering kali tak masalah jika si penyewa tak memberikan sepeser uang pun padanya.

“Kalo misal mau pinjem nggak bayar pun, ibu nggak masalah. Yang penting memang butuh mukenanya buat dipake sholat.” Ujarnya sambil memandang ke arah shaf wanita sore itu.

Betapa mulianya hati bu Heri. Kesulitan hidup yang menerpanya tak membuat ia buta oleh materi semata. Namun, dibalik kesabarannya, terkadang ada saja ujian seperti penyewa yang malah membawa kabur mukena sewaannya. Jika itu terjadi, tak ada jalan lain yang bisa ia tempuh selain belajar ikhlas merelakan dan ridlo menerima kehendak Allah.

Semoga akan ada kehidupan yang lebih baik untuk bu Heri serta keluarganya.

Jumu’ah Mubarok! Mari berbagiii ^_^b

Sumber : Annida Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s