MENGGALI POTENSI DIRI

1360939068

Mengenali diri sendiri adalah langkah pertama yang harus dilakukan ketika seseorang memutuskan ingin mandiri atau berwirausaha. Langkah ini ibarat berkaca dan bertanya pada diri sendiri, siapa saya bagaimana sifat saya, apa kemampuan saya, apa yang saya inginkan, apa yang dapat saya lakukan untuk meraih keinginan tersebut.

Menurut Rusman Hakim dalam bukunya Dengan Wirausaha Menepis Krisis, Elex Media, Jakarta 1998, ada empat macam tipe manusia, yaitu :

Si Dominan

Sebagai kelompok kreatif yang terdiri dari orang-orang yang karena kreatifitasnya sangat mendambakan kebebasan dan dalam bekerja mereka berorientasi pada hasil akhir yang baik, biasa bekerja sendiri dan tidak banyak bicara. Karena sifat dominannya dan introvert, bidang-bidang usaha yang dipilih tidak memerlukan hubungan dengan pihak lain untuk urusan lobi-melobi. Maka usaha pilihannya biasanya dalam produksi, bisa dalam skala rumahan, kerajinan sampai industri besar seperti warung makan, bakery, kerajinan, logam, peternakan, perkebunan, percetakan, bordir, dan sablon.

1. Kegemaran Masa Kecil

Julianus Samparante, seorang pengusaha bingkai dengan nama Toraya Frame di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan yang mendasarkan pada kegemarannya di masa kecil. Pasalnya sejak kecil ia sudah memiliki kegemaran membuat kerajinan tangan seperti layang-layang, mobil-mobilan, atau pesawat terbang mainan.

Semula ia bekerja disebuah Art Shop yang memperkenalkannya dengan berbagai alat untuk memperbaiki bingkai. Ditempet itu pula ia mengendus peluang bisnis ketika banyak pembeli lukisan yang tidak puas dengan mutu dan warna bingkai yang dibelinya. Dengan bermodalkan uang 200 ribu rupiah dari tabungannya dan 150 ribu rupiah uang pesangon yang ia terima untuk menyewa kios membeli peralatan dan memasang papan nama.

Kini Julianus dengan Toraya Frame menjadi salah satu pembuat bingkai wahid di Indonesia. Produknya pun tidak hanya menghias dinding-dinding rumah mewah di kawasan Menteng dan Pondok Indah saja tetapi juga hotel-hotel berbintang bahkan sampai ke Istana Negara dan Istana Bogor. Takpuas sampai situ ia berinvestasi  2,5 miliar untuk mendirikan Taraya Indowood pada tahun 1990 yaitu perusahaan yang menggarap bingkai khusus untuk pasar eksport. Kini omset yang ia dapatkan mencapai lebih dari 750 juta rupiah per bulan dengan total aset lebih dari 4 miliar rupiah.

Si Popularian

Sebagai kelompok konsultatif yang bersifat dominatif dan pembawaan ekstrovert yang menyukai pergaulan dan bertemu dengan orang-orang baru. Pintar berbicara dan dan suka mempengaruhi orang lain serta senang populeritas, cocoknya bekerja dalam bidang yang bersifat mengarahkan seperti jasa konsultasi, membuka kursus, sanggar kebugaran, distribusi dan perdagangan.

1. Pengalaman Semasa Jadi Orang Bayaran

Djoko Tata Ibrahim, pendiri dan pemilik PT Intermas Tata trading salah satu perusahaan distribusi nasional terbesar. Saat rapat umum pemegang saham PT Tiga Raksa Satria tahun 1993 yang mengukuhkan ia menjadi presiden direktur perusahaan yang bergerak dibidang distribusi.sampai ahirnya ia mengundurkan diri karena ad masalah yang tidak bisa ia selesaikan.

Djoko mengawali karirnya dengan mengontrak sebuah ruangan 4×6 m untuk mempersiapkan cabang-cabang dengan dibantu delapan orang rekan intinya sebagai pengorganisir kantor, perizinan, gudang, personalia, dan pembelian armada. Alhasil dalam kurun waktu enam minggu sudah berdiri 16 cabang yang ia punya.

Si Tenang

Sebagai kelompok pelayanan yang memiliki kelebihan mengikuti keinginan orang yang dilayani dengan tulus. Bidang usahanya bisa membuka bengkel otomotif, biro teknik, salon, rumah kontrakan, dan biro jasa pengurusan surat-surat penting.

1. Berbekal Sebagai Pemenang Lomba

Tinoek Rifki, Tahun 1974 ia memulai langkahnya dengan mengikuti kursus kecantikan dan kemudian membuka salon potong rambut dirumahnya Patuk, Jogjakarta. Ia pun ingin mengembangkan bakatnya dan belajar kepada pemaes senior Ibu Dahlan Saleh dan Ibu Sosronegoro yang tidak hanya menguasai ilmu merias tetapi juga rangkaian upacara pengantin jawa. Tahun 1979 ia memberanikan diri mengikuti berbagai lomba rias dan busana pengantin mulai dari tingkat lokal hingga nasional mewakili Jogjakarta. Ia juga membuka salon yang melayani kursus rias pengantin selama tiga bulan dengan tarif sekitar 2 juta rupiah, selain itu ia juga menerima honor jutaan hingga puluhan juta rupiah setiap kali menerima orderan rias pengantin.

Si Konvensional

Sebagai kelompok analisis dengan kombinasi sifatnya yang introvert dan sikap dedikatif membuat kelompok ini sesuai memilih usaha yang sifatnya memecahkan masalah seperti jasa penterjemah, perancang busana, penjahit, servis alat elektronik, dan jasa teknologi informasi.

1. Berkat Dendam Masa Lalu

Dr. Retno Iswari tranggono, pendiri perusahaan kosmetik Ristra tahun 1981, ia kala itu masih menjabat sebagai Kepala Subbagian Bedah Kulit Dan Kosmetologi Fakultas kedokteran Universitas Indonesia/RSCM dan gelar guru besar (profesor) tinggal selangkah lagi, sedangkan suaminya Suharto Tranggono adalah seorang kolonel yang menjabat Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara.

Semula ia mengaku mengambil spesialis perawatan kecantikan dan kesehatan kulit karena dendam masa lalu dimana ia sering di ejek temannya karena muka yang ia miliki penuh dengan jerawat, apalagi tahun 60-an ilmu kosmetik dan kulit terbilang baru. Kebetulan karena ia bertetangga dengan agen penjualan kosmetik Viva, ia pun berkesempatan mengajar di sekolah kecantikan tersebut.

Dengan bermodal 40 juta rupiah hasil dari penjualan kebun dan fila ia dan suaminya memutuskan diri untuk berhenti bekerja dan fokus mengurusi bisnisnya, dengan semangat dan keuleta yang dimiliki kini usahanya menjadi perusahaan kosmetik terbesar yang menguasai 25%pangsa pasar. Dari pabriknya di Cibinong, Bogor diproduksi 120 jenis kosmetik dengan jumlah pelanggan lebih dari 80ribu orang, dan lebih dari 10 cabang Ristra House tersebar di Jakarta, Semarang, Surabaya, Singapura, Malaysia, Dan Amerika Serikat.

Kiat Mengenali Pribadi Dan Potensi Diri

1.Jangan remehkan hobi anda, sekecil apapun penilaian orang lain

2.Ingin tahu hobi anda cobalah berpikir apa hal yang paling sering atau ingin dilakukan pada waktu senggang

3.Kalau anda sekarang disibukan dengan rutinitas hidup, kenali kembali apa kegemaran, hobi dan minat semasa kecil atau remaja, siapa tahu hobi itu bisa dikembangkan menjadi bisnis

4.Tanyakan kepada orang-orang terdekat yang bisa memberi pandangan atas diri anda, karena terkadang orang lain lebih bisa mengenal diri kita dari pada diri kita sendiri.

(Dari berbagai Sumber)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s