Islam Muliakna Wanita

Gambar

1.Wanita Dalam Lembaran Sejarah

Ada dua pandangan ekstrem tentang wanita, yakni ada yang menganggapnya sebagai benda, bisa dijual, diwariskan bahkan diperlakukan apa saja.Di sisi lain ada yang berpendapat bahwa wanita itu bebas, dan disamakan dengan kaum laki-laki dalam hal apapun bahkan fitrah dasar wanita seperti menikah, mengandung, melahirkan tak dipedulikan.

a.Peradaban Mesir Kuno : persembahan gadis cantik bagi sungai nil  dan kisah para penari wanita di negeri Mesir menunjukan bahwa betapa rendahnya kondisi wanita di zaman itu. Menurut Dr. Ali Abdul Halim Mahmud dalam bukunya Al- Mar’ah Al- Muslimah Wal Fiqhud Da’wah Ilalloh, mengatakan banyak diantara raja-raja mesir yang menikahi saudara perempuannya sendiri atau bahkan putrinya sendiri.

b.Peradaban Babylonia : kaum hawa dianggap barang dagangan yang bisa di perjual belikan seenaknya dan maraknya praktek pelacuran.Menurut Undang-Undang Babylonia menyebutkan bahwa bila seorang isteri ditinggal suaminya pergi, ia bisa hidup dengan laki-laki lain sampai suaminya kembali.

c.Peradaban India Kuno : wanita tidak punya hak untuk menentukan suami sedikitpun, mereka dijadikan pelayan kuil, melayani para Dukun Brahmana, undang-undang peradaban india kuno hanya membolehkan 8 macam perkawinan yang semuanya tak menjamin kehormatan wanita.

d.Peradaban Cina Kuno : seorang suami boleh menjual isterinya bila dia memerlukan uang, seorang isteri hanya boleh makan sisa-sisa makanan dari suaminya, peradaban cina kuno membuat peraturan yang menempatkan wanita sebagai pemuas nafsu laki-laki.

e.Pemerintah Yunani Kuno : mengakui praktek prostitusi secara resmi, mereka dikenakan pajak untuk disetorkan kepada negara.

f.Orang Yahudi Dan Nasrani : menganggap wanita sebagai sumber malapetaka, wanita juga tidak memiliki hak waris, hak kepemilikan dan merupakan mahluk yang terkutuk.

g.Agama Hindu : menganggap wanita sebagai mahluk yang paling berbahaya bahkan lebih bahaya dari api dan ular.

h.Zaman Jahiliyah Arab : mereka sangat membenci wanita bahkan samapi menguburnya hidup-hidup.

i.Di Amerika : lahir adanya Gerakan Pembebasan Wanita atas nama demokrasi, tapi fakta sesungguhnya wanita mengalami tindak kekerasan dalam 8 detik, setiap jam sebanyak 78 anak gadis diperkosa, sekitar 12,1 juta anak gadis amerika telah diperkosa lebih dari satu kali, sebanyak 61% anak yang diperkosa belum berumur 18 tahun, rata-rata berumur 11 tahun.

j.Di Jerman : menurut penelitian setiap 15 menit terjadi pemerkosaan terhadap wanita, menurut data kepolisian setempat ada sekitar 35.000 wanita yang diperkosa.

k.Di Inggris : menurut majalah Hezagen No 5 1978 disebutkan pada tahun 1967 lebih dari 6000 anak menjadi pasien RS akibat korban pemukulan oleh ibunya, 20% dari mereka meninggal dunia, dan selebihnya cacat fisik dan mental.

2.Muslimah Di Antara Dua Kutub

Menurut Rasululloh SAW Islam adalah agama yang sangat memperhatikan keseimbangan, menempatkan perempuan sebagai pendamping pria dalam upaya menegakan kalimat Alloh SWT.Perempuan dan laki-laki ibarat dua bintang yang berada pada orbit yang berbeda, namun keduanya memiliki peran yang sama dalam menentukan keseimbangan bagi jagat ini.

Rasululloh SAW bersabda yang diriwayatkan oleh HR. Ibnu Hibban, ”Barangsiapa yang mempunyai anak perempuan, kemudian mendidiknya, berbuat baik kepadanya, dan menikahkannya, baginya surga”.

3.Membangun Pilar Peran Muslimah

Berikut ini adalah beberapa pilar yang dijadikan sandaran bagi muslimah untuk berkiprah :

a.Pria dan wanita memiliki derajat, hak, dan tanggung jawab yang sama disisi Alloh SWT

b.Pria dan wanita diberi bekal fitrah dan potensi yang sama

Menurut Umar Tilmisani, seorang tokoh Al- Ikhwanul Muslimah : mengatakan Islam tidak melerang muslimah menjadi dokter, guru, tokoh masyarakat, perawat, peneliti, penulis, penjahit, tetapi hendaknya aktivitas dibidang keilmuwan itu tidak melupakan tugas utama perempuan sebagai penanggung jawab masalah rumah tangga.

4.Ketika Wanita Menuntut Haknya

Alloh SWT berfirman dalam surah QS. An- Nisa’ : 124, ”Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan sedang ia oarng yang beriman, maka mereka itu masuk kedalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun”.

Agama Islam mengembalikan hak-hak wanita yang sempat terabaikan, diantaranya :

a.Hak kepemilikan harta dari usahanya dan warisan

b.Hak mendapatkan pendidikan

c.Hak untuk memilih pasangan hidup

d.Hak untuk mendapatkan perlindungan

5.Kewajiban Dulu Baru Hak

a.Sebagai hamba Alloh SWT : pria dan wanita memiliki kewajiban yang sama yaitu taat kepada Sang Pencipta, hormat kepada orang tua, berbuat baik terhadap sesama

b.Sebagai ibu : ia mempunyai kewajiban tersendri yaitu mengandung, melahirkan dan menyusui

c.Sebagai istri : seorang waniya memiliki kewajiban taat kepada suami seperti menyenangkan pandangannya, menjaga kehormata, anak, dan keluarga

d.Sebagai anggota masyarakat : wanita harus mampu menjadi penyuluh bagi masyarakatnya.

6.Jadilah Wanita Apa Adanya

Alloh SWT menciptakan pria dan wanita berbeda secara fisik maupun kejiwaan, hal tersebut yang menyebabkan tugas mereka pun berbeda.Seperti angota tubuh, struktur telinga berbeda dengan mata karena tugasnya pun berbeda, bahkan bila namanya sama tapi letaknya berbeda maka tugas dan fungsinya pun berbeda seprti tangan kanan dan tangan kiri.

Secara fisik, postur tubuh laki-laki lebih kasar dan kokoh sedangkan wanita lebih lembut dan halus, maka dalam keadaan tertentu wanita mengalami kondisi yang tidak dialami oleh laki-laki seperti mengandung, melahirkan, menyusui, dan haid.

Dalam syariat Islam masalah pembagian waris pun berbeda antara keduanya, yaitu bagian anak laki-laki dua kali lebih besar dari wanita karena dalam pandangan Islam laki-laki mempunyai beban yang berbeda dengan wanita.Anak laki-laki harus memberikan mahar kepada wanita yang akan dinikahinya dam berkewajiban memberikan nafkah kepada keluarganya, sedangkan wanita tidak memberikan apapun bahkan menerima mahar dan ketika menikah pun ia tidak harus mencari nafkah untuk keluarganya.

7.Menanti Peran Muslimah

Islam membentuk karakter seorang muslimah agar tak hanya dirumah, mengurus anak dan rumah tangga tapi seorang wanita hendaknya berperan sebagi generasi Rabbani (generasi yang baik, penuh keridhaan, dan kasih sayang Alloh SWT), berdakwah, dan membangun komunitas muslim.

Muslimah yang mengikuti ajaran Islam adalah mereka yang senantiasa berhati bersih, priduktif, responsif, memiliki kesadaran tinggi, berpendidikan, dan halus budi pekertinya.Ia pun akan memahami kewajiban kapada Alloh SWT, dirinya, orang tua, suami dan anak-anak, saudara, tetangga, teman dan saudara seiman, masyarakat di lingkungannyadengan berbagai tipe dengan menekankan keseimbangan antara pikiran, perasaan, fisik, moral, dan tingkah laku muslimah itu sendiri. Ingin tahu lebih lanjut klik disini : LP3i.ac.id

Sumber : Buku, Saatnya Wanita Berwirausaha

               Karya : DR. H. Muhammad Syahrial, SE. Pendiri LP3I

Facebook : http://www.facebook.com/pages/LP3I-Kampus-Tepat-Cepat-Kerja/261891180543388?fref=ts

Twitter : https://twitter.com/LP3I_PASTI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s