Kisah Anak Yatim Penjual Kerupuk

Image

Merengkuh SUKSES tak seperti main sulap, Muhammad Syahrial membuktikannya dari anak yatim yang menjual keupuk keliling kampung ia menjadi pengusaha sukses dengan ribuan karyawan yang tersebar di seluruh nusantara.

1.Mengasah Jiwa Wirausaha Sejak Kecil

Muhammad Syahrial lahir 29 Maret 1963. Cale ia biasa disapa, sejak kelas 2 SD ia sudah ditinggal ayahnya dan membantu ibunya berjualan kerupuk keliling kampung menggunakan sepeda.Setelah beberapa tahun usanya makin berkembang dan dapat membeli sepeda moteor untuk mendistribusikan usahanya dan memiliki 30 orang karyawan.

2.Hijrah Ke Paris Van Java

Setelah lulus SMP ia melanjutkan studinya ke Kota Kembang Bandung.Ia tinggal bersama abangnya, dan mulailah belajar banyak hal termasuk cara hidup mandiri dan menghargai orang lain serta menjadi seorang uztad kecil untuk mengajar mengaji di mushola sekitar ia tinggal.Setelah kelas 3 SMA, abangnya pindah ke Jakarta karena diterima menjadi Pegawai Negerai Swasta (PNS) padahal ia sangat berobsesi masuk ke Universitas Padjajaran Bandung.

3.Kuliah, Berorganisasi Dan Jual Minyak Tanah 

Selain aktiv di Student Islamic Center, ia pun aktiv di ITB Salman.Pada tahun 1984-1986 ia tergabung dalam BPM Fakultas Ekonomi Unpad, tahun 1985-1986 sebagai Sekretaris Senat Fakultas Ekonomi Unpad, tahun 1985-1986 sebagai Ketua Umum Himpunan Managemen dan Study Pembangunan Fakultas Ekonomi Unpad, tahun 1986-1987 sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Bandung.

4.Selamatkan Uang 50 Juta Diangkat Menjadi Direktur Keuangan

Suatu ketika gudang toko tempat Syahrial bekerja ditutup dan disegel karena tidak mampu membayar pajak yang dianggap terlalu mahal.Saat semester 2 pada akhir tutup pembukauan dan berikut laporan pajaknya totoal yang harus dibayar sebanyak 90 juta, tetapi dengan sistem pembukuan yang disiapkan oleh Syahrial perusahaan hanya dibebankan membayar sebanyak 40 juta saja, atas jasanya ia langsung diangkat menjadi Direktur Keuangan.Karena saking sibuknya ia maka beberapa mata kuliahnya pun keteteran, demi nasihat ibunya yang ia emban maka pada semester 3 ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan.

5.Nyambi Jadi Peneliti

Agar dapat bertahan hidup Syahrial pun menjadi staf peneliti dengan harapan tidak mengganggu mata kuliahnya. Gaji pertama yang ia peroleh saat itu sebesar 30 ribu rupiah, padahal standar hidup 60 ribu rupiah.Meskipun demikian gaji pertama yang ia dapat dikirimkan kepada ibunya di Medan, tugas pertama ia meneliti tentang perekonomian desa Kalong Kabupaten Bogor.Semakin banyak ia mendapatkan kuisioner maka semakin besar pula komisi yang ia dapatkan.Ia pun diberi proyek Baperda dengan salah satu staf nya saat itu Pak Boediono (wakil presiden RI sekarang) dengan gaji 200.000 rupiah, karena ia juga pandai menulis laporan ia pun mendapat tambahan sebesar 300.000 rupiah.

6.Ditinggal Sang Ibu

Ketika Syahrial memasuki semester 8 ibunya pun meninggal dan membuatnya down, namun ia mulai bangkit dan menata hidupnya kembali dengan mencari informasi pekerjaan akhirnya ia diterima kerja sebagai General Mamager Koperasi Mahasiswa Unpad.

7.Selamatkan Koperasi Mahasiswa Dari Dua Staf Menjadi 30 Karyawan

Setelah Syahrial memegang jabatan General Manager koperasi yang dulunya terpuruk pun kian hari kian berkembang, meski ia hanya mendapat gaji 150.000 rupiah perbulan, dengan kinerjanya yang bagus ia pun sampai mendapat gaji 650.000 rupiah per bulan dalam kurun waktu setahun.

Dari koperasi sederhana pun ia kembangkan berbagai macam usaha seperti membuka toko, kantin, dan percetakan.Sebagai proyek awal ia memenangkan tender untuk pembuata baju toga universitasnya sendiri.koperasi juga akan mengadakan rencana pembelian komputer sebanyak 30 unit dengan harga per unitnya 2 juta rupiah.Karena sudah terbiasa ia pun bernegosiasi dengan penjualnya dan mendapat harga lebih murah yakni 1.600.000 rupaiah per unitnya, disinilah kejujuran seorang Syahrial mulai nampak dengan mengatakan pada penjualnya keesokan harinya bahwa ”Semua transaksi harus menggunakan kwitansi sesuai harga yang ditetapkan” Jadi kamu tidak mendapat apa-apa ? tanya sang penjual saat itu. ”Saya ingin menjadi orang jujur” tekat Syahrial dalam hati. Ingin tahu kisah selengkapnya klik disini : LP3i.ac.id

Sumber : Buku, Dari Aktivis Mahasiswa Menjadi Pengusaha Nasional

               Karya : DR. H. Muhammad Syahrial, SE. Pendiri LP3I

Facebook : http://www.facebook.com/pages/LP3I-Kampus-Tepat-Cepat-Kerja/261891180543388?ref=ts&fref=ts

Twitter : https://twitter.com/LP3I_PASTI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s