MEMIMPIN PERUSAHAAN DENGAN KULIAH SINGKAT

200022288-001

Beberapa hari ini Pak Adrian terlihat uring-uringan. Masalahnya putri semata wayangnya yang baru saja lulus SMA tidak mau mendaftarkan diri untuk melanjutkan kuliah ke universitas mana pun juga.

“Aku capek sekolah, Pa. Kuliah kan paling tidak harus empat tahun, itu juga kalau tepat waktu,” begitu selalu alasan Dita, nama putri tunggalnya itu.

“Tapi kalau kamu tak mau kuliah, lalu siapa yang meneruskan perusahaan papa ini, Sayang? Lulusan SMA, apa bisa kamu memimpin jalannya perusahaan papa yang lumayan besar ini?”

“Andai ada kuliah yang gak usah lama tapi langsung pintar dan bisa praktek,” jawab Dita sambil ngeloyor pergi naik mobil BMW terbarunya hadiah ultah pas usia 17 tahun.

Pak Adrian termangu. Benar juga kata Dita, andai ada kuliah yang gak usah lama tapi bikin pintar dan bisa langsung praktek.

Hari itu Pak Adrian usai memimpin rapat penting di perusahaannya. Tiba-tiba Pak Bimo menghampiri dan meminta izin untuk tidak masuk minggu depan.

“Anak saya, Nindya mau wisuda. Saya ingin menghadiri hari bersejarah putri saya itu, Pak.”

“Nindya? Loh, bukannya dia baru dua tahun kuliah?”

“Benar Pak, Nindya memang mengambil kuliah dua tahun. Alhamdulillah sejak belum lulus dia sudah dipesan sama perusahaan terkenal karena nilai dan kecakapannya dalam bekerja lumayan bagus.”

“Loh, sebentar. Kuliah Cuma dua tahun, dan bisa langsung kerja? Memang ada kampus yang kayak begitu?”

“Ada Pak. Saya dulu juga ragu. Saya inginnya dia kuliah umumnya anak-anak sekarang, yang sarjana begitulah. Tapi Nindya bilang kalau dia ingin kuliah singkat tapi cepat dapat kerja. Dia tidak mau membebani saya lama-lama bayar kuliah tapi ketika lulus bingung lagi cari kerja.”

“Sama kayak si Dita. Dia juga bilang begitu. Kuliah singkat tapi bikin pintar dan bisa langsung praktek. Ngomong-ngomong, apa nama kampusnya si Nindya itu?”

“LP3I, Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia.”

“Hmm…terima kasih infonya ya, Pak. Nanti biar saya beritahu Dita untuk mencari tahu lebih lanjut.”

“Oh…tidak usah repot-repot, Pak Adrian. Nanti saya minta tolong Nindya untuk mengambilkan brosurnya ya. Sekalian dia kan ngurus legalisir ijazahnya.”

“Wah…makasih sebelumnya, Pak Bimo.”

Dua hari selanjutnya, Pak Bimo menepati janjinya dengan memberi brosur tentang LP3I ke Pak Adrian untuk diberikan ke Dita, putrinya.

“Nah, gini donk Pa. Dita kan gak perlu kuliah lama-lama kalau akhirnya toh harus mengurusi perusahaan Papa. Yang Dita butuhkan bukan teori tapi praktek dan skill. Makasih ya Papa sayang,” kata Dita sambil mengecup pipi papanya. Pak Adrian terlihat bahagia karena kini ia tak khawatir lagi terhadap pendidikan putrinya. Lagipula perusahaannya juga akan berada di tangan yang tepat karena ia yakin LP3I akan membantu putrinya menggapai cita-cita.

sumber : www.lp3i.ac.id

Page Facebook : LP3I Kampus Tepat & Cepat Kerja

Akun Twitter : @LP3I_PASTI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s