MENGGALI POTENSI DIRI

1360939068

Mengenali diri sendiri adalah langkah pertama yang harus dilakukan ketika seseorang memutuskan ingin mandiri atau berwirausaha. Langkah ini ibarat berkaca dan bertanya pada diri sendiri, siapa saya bagaimana sifat saya, apa kemampuan saya, apa yang saya inginkan, apa yang dapat saya lakukan untuk meraih keinginan tersebut. Baca lebih lanjut

JANGAN PERNAH MENYERAH, PASRAH DAN PUTUS ASA

sukses lagi

”Jangan pernah menyerah, jangan pernah pasrah, dan jangan pernah putus asa

Kata pepatah bijak menyebutkan bahwa kegagalan adalah sukses yang tertunda. Kata ini dimaksudkan sebagai pemompa semangat juang seseorang ketika kegagalan menerpa. Intinya jangan pernah menyerah, jangan pernah pasrah, jangan pernah putus asa ketika kita mengalami suatu cobaan. Berikut contoh-contoh pengusaha sukses yang tidak pernah menyerah mesti kegagalan menimpanya.

Pengalaman Positif Dan Negatif Dua-Duanya Berguna

Irwan Danny Mussry, seorang presiden direktur perusahaan jam tangan eksklusif yang terlena karena keuntungan yang terlalu cepat diraih. Ceritanya dimulai ketika ia tertarik dengan jual beli mobil karena keuntungannya yang cepat dan besar sejak duduk di bangku kuliah, justru karena keuntungan itu ia jadi bersikap konsumtif sehingga modalnya justru ludes.

Nurhayati Subakat, seorang pemilik PT. Pusaka Tradisi Ibu yang memproduksi kosmetik Wardah dan Zahra yang ditipu oleh salesnyadimasa awal pengembangan usahanya. Namun hal tersebut tidak membuatnya jera, melainkan dijadikan sebagai pelajaran yang berharga sehingga semakin ahli dalam berhubungan dengan tenaga pemasaran dan membuatnya lebih paham celah-celah yang bisa dimanfaatkan oleh tenaga pemasaran yang harus disempurnakan.

Total Football

Dahlan Iskan, Seorang pemilik Jawa Pos Group dari Surabaya, yang mengalami kegagalan juga. Memang, mantan wartawan majalah Tempo itu juga mencatat banyak cerita sukses, seperti membesarkan koran Jawa Pos dari tiras 6800menjadi lebih dari 350 ribu eksemplar, menerbitkan lebih dari 74 harian, mendirikan Java TV, dan membenahi beberapa menejemen koran daerah.

Awal usahanya bermula dari tahun 1982 ketika Eric Samola, Direktur Utama Graffiti Pers, penerbit Majalah Tempo memberikan tugas kepadanya, Kepala Biro Surabaya untuk mengambil alih pengelolaan Java Pos yang telah terbit sejak 1949. Padahal saat itu nasib Java Pos seperti tak ada air minum bagi para pekerjanya, hingga menulis berita menggunakan kertas bekas.

Setelah sebula ia beradaptasi ia menerapkan sistem total football yang melibatkan seluruh keluarga karyawan termasuk istrinya  Napsiah yang ditugasi sebagai sales eksekutif untuk memasarkan koran tersebut dengan cara membagikan 100 eksemplar gratis setiap hari dengan harapan setelah mereka suka pasti akan berlangganan.

Strategi tersebut cukup ampuh dan kemudian ia melakukan pembentukan redaksional agar penulisan menjadi lebih lugas dan enak dibaca. Hingga tahun 1984 Java Pos mencatatkan oplahnya sampai 40 ribu eksemplar, selain itu ia juga memanfaatkan momen-momen dunia untuk lebih menarik pembaca seperti piala dunia 1984, jatuhnya diktator Filiphina Ferdinand Marcos, dan Liga Indonesia 1988.

Kemudian ia memanfaatkan otonomi daerah sebagai peluang untuk menerbitkan koran dikota-kota berukuran sedang seperti Bogor, Tangerang, Madura, Kediri, Solo, Jogjakarta, Cirebon, dan Banyumas. Semua usahanya sukses, termasuk menyehatkan koran daerah yang sudah ada diantaranya harian Fajar, Makasar, Manado Pos, Suara Maluku, Cenderawasih Pos. dari bisnisnya itu Dahlan meraup untung hingga 600 miliar rupiah per tahunnya dengan total aset yang dimiliki lebih dari 1,2 trilyun rupiah. Akhirnya ia kepincut untuk mengembangkan usaha dibidang perhotelan yang dibangunnya di Batam dengan nama Nagoya Plaza Hotel dan Sasando Internasional Hotel di Kupang. Rupanya peruntungannya bukan dibidang ini meski tak sampai bangkrut tapi usahanya gagal dan tidak berkembang. Ia pun memetik hikmah dari kegagalannya itu dengan semakin menegaskan bahwa bakat bisnisnya memang tak jauh dari media.

Kapok Membabi-buta

Widhi Astono, seorang mantan eksekutif Group Bakrie alumnus Fakultas Ekonomi UI dan Master dari ITB yang mendirikan perusahaan kansultan manajemen, keuangan, dan pengembangan SDM, juga bukan pengecualian. 25 tahun ia berkarir di empat perusahaan kelompok usaha Bakrie ketika memutuskan untuk mundur. Pilihan memutuskan mendirikan perusahaan konsultan didasarkan atas pertimbangan krisis ekonomi yang membuatnya yakin adanya peluang jasa restrukturisasi keuangan.

Setelah sukses menjaring klien, didirikan perusahaan pengembangan SDM yang juga berhasil menjaring klien kelas kakap. Ia pun kemudian mengembangkan peternakan ikan nila yang terbilang sukses juga dengan dengan panen perdananya mencapai 7 ton. Tapi kesuksesan memang tidak berjalan abadi, karena persaingan harga ikan nila mengalami kemerosotan harga dan kini berjalan sekedarnya asal bisa menutup biaya produksi. Kemudian ia mendirikan usaha perkayuan dan restoran dengan investasi lebih dari 400 juta rupiah, tetapi keberhasilan tidak mampir sedikitpun dan bisnisnya gagal total, namun selalu ada hikmah dibalik kegagalan dan ia pun kapok membabi buta mengambil peluang bisnis yang tidak diketahui dengan betul-betul.

Berusaha Seperti Orang Beriman

Sementara menurut Joko Adiarto pemilik Bengkel AC Global berwirausaha itu seperti halnya orang beragama, hal pertama yang harus dimiliki adalah beriman maksudnya jika usaha benar-benar dikelola dengan sungguh-sungguh maka harus percaya akan berhasil. Kemudian beribadah menurut ketentuannya, artinya orang berbisnis harusprofesional dengan melakukan hal yang dianggap baik, selanjutnya adalah kesabaran yang harus dimiliki rata-rata sekitar dua tahun agar dapat memberikan keuntungan yang memadai.

Modal Sebagai Batu ujian

Uripto Widjaja, seorang pendiri TOA-Galva Industries dengan Amplifier dan pengeras suara yang banyak dipakai di masjid-masjidseluruh nusantara. Ia mengawali usahanya setelah setahun proklamasi kemerdekaan dengan membuka jasa reparasi barang elektronik terutama radio yang diberi nama Galva yang diambil dari nama seorang ahli listrik asal italia Luigi Galvani.

Kelangkaan barang elektronik seperti radio termasuk barang mewah namun banyak di cari orang untuk mendengarkan perkembangan mutakhir sehingga memberi peluang baginya dan kedua mitranya yang membeli radio rusak, merespirasi dan kemudian menjualnya kembali ke pasar. Tahun 1965 usahanya berubah menjadi tempet perakitan dengan radio pertama dua band bermerek  Galindra dengan penjualan mencapai angka 500 unit per bulannya.

Mulai awal tahun 60-an ia mulai melirik usaha pengeras suara merek TOA, mulai dari agen distribusi hingga tahun1975 kemudian membangun pabrik sound system dengan menggandeng TOA dan UMITOMO dengan total investasi sekitar satu juta dolar AS. Tahun 1965 ia mengalami kesulitan permodalan, kemudian ia sempat merambah bisnis Hak Pengelolaan Hutan dan juga mengalami kegagalan sampai-sampai ia ditinggalkan dua karibnya Subrata Pranatadjaja dan Okar Senda karena mengundurkan diri.

dengan menjalankan sendiri usahanya kini TOA-Galva Industries terbukti piawai menghadapi sandungan, bukan cuma perangkat halo-halo kini juga dikenal sebagai produsen monitor komputer dengan merek GTC yang sudah merambah ke pasar ekspor dengan nilai lebih dari 300 juta dolar AS.

Ujian Kesabaran Dari Bom Bali

I Gde Wiratha, seorang pengusaha dan Ketua Perhimpunan Hotel Dan Restoran Indonesia pemilik Paddy’s Cafe di Jl.Legian, Kuta, Bali. Tragedi Bom Bali tanggal 12 Oktober 2002 yang meluluh lantakan kafenya membuat ia merugi puluhan miliyar rupiah. Padahal jaringan bisnisnya dengan 30 anak perusahaan mempekerjakan 3000 karyawan yang sebagian besar berkutat di bidang pariwisata.

Ia memang pengusaha yang tahan banting dengan membangun usahanya kembali dengan modal 100 miliar rupiah. Sejak kecil sampai remaja ia telah menjalani berbagai profesi mulai dari penjual buah, kernet bia Damri, pembuat sepanduk, pekerja pom bensin, penjaga pintu bioskop, pencuci piring hotel, sampai pemasok pupuk kandang pun ia jalani.

Namun nasibnya mu;lai berubah cerah ketika sebagai mahasiswa Universitas Udayana ia terpilih sebagai pemenang lomba Desain Pembangunan Hotel Jayakarta (Kuta Place Hotel) tahun 1973 dan mendapatkan hadiah sebesar 15 juta rupiah, betapa besarnya nominal itu di tahun 70-an bagi seorang mahasiswa. Setelah bisa mendirikan perusahaan Gde and Kadek Brothers ia mulai membuka restoran yang dinamai Bounty, setelah sukses ia melebarkan sayapnya dengan membangun Hotel Bounty, diskotik, perusahaan taksi Praja, perusahaan garmen, Vila Rumah Manis, dan jasa penyebrangan menggunakan kapal cepat Bounty Cruise yang menelan dana 9,6 juta dolar AS. Meski dihantam berbagai gelombang krisis ekonomi 1997, bam bali 2002, wabah penyakit SARS ia merencanakan pembangunan Paradise Airline.

Sempat Ditipu Dan Ditolak

Susi Pudjiastuti, pemilik PT. Andhika Samudera Internasional kelahira Januari 1965 yang bergerak dibidang ekspor hasil laut ditipu orang dan membuatnya kehilangan modal 700 juta rupiah. Berawal sebagai penjual ikan tahun 1983 dengan modal 100 ribu rupiah membeli ikan ke nelayan di Pangandaran Sukabumi dan menjualnya ke Jakarta dengan menyetir kendaraan sendiri. Kemudian ia juga pernah menjalani profesi sebagai pedagang kakilima, pencari harta karun di Nusakambangan, dan berburu sarang walet.

Tahun 1995 ia berhasil menyewa pabrik di Sukabumi dan mengirim lobsternya ke perusahaan pemasok ikan, Jepang Dan Korea dengan nilai 78 ribu dolar AS. Setelah sukses datanglah seorang pengusaha Jepang dan Korea menawarkan kerjasama dan mendirikan pabrik pengolahan ikan di Pangandaran. Tapi nasib baik belum berpihak kepadanya dan ia ditipu dua pengusaha tersebut yang membuatnya rugi 700 juta rupiah.

Untungnya pertolongan datang dari pengusaha asal jepang juga yang memberikannya pinjaman modal L/C senilai 200 juta dolar AS, 30 juta yen. Dengan modal itu ia mencari pinjaman ke bank sebesar 450 juta rupiah dan kemudian berhasil mengekspor 20 ton ikan layur yang bernilai 30 ribu dolar AS. Hingga akhirnya ia bisa mencapai angka ekspor 500 ton atau setara dengan satu jut dolar AS per tahunnya. Kini ia juga membangun pabrik, Restoran Hilman’s Fish Farm dan guest house miliknya menyatu dengan lingkungan dan perumahan penduduk sekitar.

Kiat Mengatasi Kegagalan

1.Jangan terlalu terbenam dalam kesedihan, dan segera analisa kegagalan anda

2.Jangan main pukul rata bila anda mengalami kerugian / kegagalan dalam suatu usaha dan cobalah ubah strategi atau ganti ladang bisnis anda dengan peluang yang lain

3.Ada baiknya kerugian, kegagalan dan batas kesabaran anda dalam menghadapi ujian bisnis didefinisikan dengan kriteria yang jelas.

(Dari berbagai Sumber.)

ADVOKASI PELATIHAN KADER ANTI NARKOBA DI KAMPUS LP3I KRAMAT

Image

Sudah tidak dapat dipungkiri bahwa penyalahgunaan narkoba bisa hadir di kelompok mana saja. Pelajar, mahasiswa, professional, PNS, TNI/Polri, buruh, sampai pengangguran. Di kalangan mahasiswa sendiri, narkoba bahkan sudah tidak dianggap hal yang aneh lagi. Data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) juga menunjukkan bahwa mahasiswa bersama dengan pelajar menduduki posisi kedua tertinggi setelah kelompok pekerja dalam hal penyalahgunaan narkoba.

ImageSebagai lembaga pendidikan tinggi yang berorientasi pada penyiapan sumber daya manusia yang siap pakai, Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3I) merasa miris dengan fakta ini. Ir. Adriza, M.Si selaku Presdir LP3I mengakui betapa telah terjadi perubahan yang sangat besar dalam hal penyalahgunaan narkoba di kalangan mahasiswa. Hal ini disampaikan saat membuka acara pelatihan kader anti narkoba bagi mahasiswa LP3I dan perwakilan mahasiswa seputar Jakarta Pusat pada Senin, 20/5.

“Dari berbagai info yang saya dapat, saat ini ada banyak sekali jenis narkoba yang bisa disalahgunakan, dengan berbagai kelas dan harga, ini bisa menjadi ancaman luar biasa bagi generasi penerus kita,” ujar Adriza. Lebih lanjut ia juga menyampaikan pentingnya kebijakan di kampus yang bisa menangani adanya penyalahgunaan narkoba
ImageMenanggapi hal ini, Brigjen.Pol. Budyo Prasetyo, Direktur Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat yang menjadi narasumber pada kegiatan ini menyetujui perlunya kebijakan di kampus ini. Namun bukan hanya dari sisi pencegahan dan penanganan kejahatan narkoba di kampus namun juga dari sisi rehabilitasi. Hal ini disampaikan atas pertimbangan seringnya para pecandu tidak mengetahui kemana mereka akan mencari bantuan.

“Akan sangat baik bilamana kampus juga menyediakan semacam counselling centre yang dapat menampung mereka yang sudah pecandu, jadi jangan semata memerangi narkoba dan kejahatannya, namun juga berusaha memberi solusi bagi para pecandu,” kata Budyo.
Lebih lanjut juga disampaikan bahwa dalam memperingati Bulan Keprihatinan Narkoba pada bulan Juni ini, BNN akan menggelar detoksifikasi gratis bagi pecandu di beberapa klinik yang ditunjuk. Sosialisasi mengenai hal ini telah dimulai agar dapat diketahui oleh khalayak khususnya mereka yang mengalami masalah kecanduan narkoba.

Dari sisi yang berbeda, AKBP Maria Sorlory dari Pemberdayaan Masyarakat BNN menyampaikan bahwa saat ini tidak ada lagi kampus yang benar-benar bebas dari narkoba. Dari pengalaman sebagai penyidik narkoba di berbagai wilayah, ia menyatakan ada saja mahasiswa yang menjadi pebisnis narkoba. Karena pada dasarnya bisnis narkoba adalah bisnis yang sangat terselubung namun bisa saja dijalankan oleh banyak orang tanpa harus memiliki keahlian khusus.

“Saya punya pengalaman pernah menangkap mahasiswa yang bahkan bisa memiliki mobil mewah dari bisnis narkoba. Ini tentunya harus menjadi perhatian kita bersama, karena mahasiswa yang lain bisa jadi tergoda,” ungkap Maria.

Dari berbagai diskusi yang dilakukan atas pembekalan yang diberikan kepada mahasiswa tersebut, Siti Alfisih dari Pencegahan BNN menyampaikan kembali komitmen BNN untuk terus menyebarkan pengetahuan dan pemahaman tentang bahaya narkoba ini.
Image“Mari bersama kita bentengi diri, keluarga dan masyarakat. Jangan sampai ada lagi teman kita, anggota keluarga kita, masyarakat kita yang sampai jatuh pada kecanduan narkoba dikarenakan ketidaktahuannya,” ajak Siti, Kasubdit Masyarakan – BNN.

Image

Image

Image

Image

Kegiatan yang berlangsung sampai dengan tanggal 21 Mei 2013 besok ini menghadirkan banyak pembicara dari BNN dan Kaporli untuk memberikan banyak informasi dan pelatihan Advokasi bagi mahasiswa tentang bahaya narkoba serta cara menghindarinya.

Sumber: http://seputar.lp3i.ac.id

PERAN LP3I DI HARI PENDIDIKAN NASIONAL

Ketika usianya masih 24 tahun, tahun 1913, beliau sudah menulis Seandainya Aku Seorang Belanda” (judul asli: “Als ik een Nederlander was”): “Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang telah kita rampas sendiri kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Ide untuk menyelenggaraan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita keruk pula kantongnya. Ayo teruskan saja penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda, hal yang terutama menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku ialah kenyataan bahwa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu kegiatan yang tidak ada kepentingan sedikit pun baginya”.

Image

Itulah Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, yang kemudian lebih dikenal dengan “Ki Hajar Dewantara”. Kenapa dia menulis catatan yang berani sekali di jaman itu, tiada lain karena idealisme yang begitu kokoh di usia yang masih sangat muda. Catatan ini seharga dengan ditangkap oleh Gubernur Jenderal Idenburg, lantas dibuang ke pulau Bangka. Tahun 1922, di usia 33 tahun, dia mendirikan Taman Siswa, lantas di usia 40 tahun, beliau mengganti namanya dengan Ki Hajar Dewantara, melepas gelar ningrat, dia hanya ingin dikenal dengan sebutan simpel, lebih dekat dengan orang banyak, mendidik banyak orang.

Beliau adalah Menteri Pendidikan Nasional pertama di Indonesia, saat dia menjadi Menteri tahun 1945, Ki Hajar Dewantara sudah bertahun-tahun lamanya menjadi seorang guru, sudah makan asam garam mendidik orang banyak lewat Taman Siswa.

Kita tidak perlu mencari konsep pendidikan ke luar negeri yang hebat-hebat itu, buat apa? Ki Hajar Dewantara sudah mewariskan konsep terbaiknya: ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani. (di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan). Simpel, dan tidak macam-macam. Tapi itulah hakikat pendidikan. Dan sepertinya, konsep pendidikan itu sudah berubah hari ini: di depan memberikan UN, di tengah memberikan UN, di belakang juga memberikan UN. Dan jangan lupa, mungkin juga sudah berubah: di depan diminta uang, di tengah diminta uang, di belakang juga diminta uang. Tapi lupakanlah. Ini hanya catatan simpel di hari pendidikan nasional. Tidak dalam rangka untuk menyindir, menyinggung, meskipun di jaman kebebasan berpendapat seperti sekarang, orang-orang jelas aman mengeluarkan pendapat, tidak akan dibuang ke Bangka.

Fenomena gagalnya pendidikan bersinergi dengan kebutuhan pasar, menunjukkan betapa gagapnya system pendidikan kita. Apa pasalnya? Peran pemerintah terlalu kuat dan menganeksasi system pendidikan. Peran strategis masyarakat pun tak terlihat, kalaupun memungkinkan hanya mengekor kebijakan stackeholder.

Adalah Bapak M. Syahrial Yusuf yang mempelopori babak baru pendidikan, dengan mendirikan Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3I) tanggal 29 Maret 1989. Pola pendidikan bermula dari program kursus 6 bulan, menjadi pendidikan profesi 1-2 tahun. Inovasi mampu membedakan antara seorang pemimpin dengan pengikut, semangat ini digunakan LP3I membangun visi. Maka kata kunci yang dilakukan pun mengandalkan etos kerja dan kerja keras.

Visi LP3I menjadi Lembaga Pendidikan yang terus menerus menyelaraskan kualitas pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja, terus dikedepankan. Implementasinya, menerapkan misi LP3I agar tersosialisasikan keseluruh komponen di dalamnya. Konsep pendidikan Link and Match menjadi pilihan.

Model pendidikannya banyak melahirkan lulusan yang berkualitas, siap kerja dan memiliki daya saing. Karenanya hamper 95% out put pendidikan LP3I dapat bekerja di Perusahaan. Kenyataan ini menjadi bukti kejelian LP3I menangkap. Guna mempertajam visi, maka pendidikan formal berbentuk pendidikan tinggi mulai dibidik.

Seharusnyalah, perguruan tinggi di bawah LP3I Group menjadi universitas terkemuka di Indonesia dengan paradigm baru, mengedepankan elemen otonomisasi, evaluative, kredibel dan memiliki akuntabilitas. Bukan mustahil, jika perguruan tinggi di bawah naungan LP3I merubah strategi baru dari universitas pendidikan menjadi universitas riset yang unggul dan berkelas dunia.

Di hari pendidikan Nasional ini, LP3I telah membuktikan bahwa kualitas pendidikan saat ini masih bisa diperbaiki dengan berbagai inovasi yang mengembangkan dan bermanfaat bagi masyarakat dan membantu membangun anak bangsa untuk menjadi lebih baik.

Kenapa Pilih lp3i ??

Image

Saat menjelang kelulusan SMA/K, sahabat pasti bingung menentukan tempat kuliah yang baik. Apalagi saat itu sahabat belum mengerti bagaimana memilih jurusan yang cocok dengan kesempatan mendapat pekerjaan lebih besar. Nah, itu dia. Dengan berkembangnya teknologi yang memungkinkan masyarakat lebih mudah mengakses informasi, membuat mereka akhirnya melihat sendiri dan menyadari kenyataan pahit mengenai jumlah pengangguran di Indonesia yang kian meningkat dari tahun ke tahun. Tentunya ini jadi bahan pertimbangan penting untuk sahabat dalam memilih lembaga pendidikan yang tepat. Karena memang nggak sedikit jumlah pengangguran dari mereka yang rata-rata sudah BERPENDIDIKAN.

Di sini lah LP3I menawarkan solusinya. Lewat pengalaman 24 tahun di bidang pendidikan, LP3I terus menerus mengembangkan solusi meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia dengan menjadi pelopor Lembaga Pendidikan yang menyalurkan peserta didik untuk langsung bekerja setelah lulus dari LP3I. Tapi nggak sembarangan dan disaluran begitu aja. Seorang peserta didik yang akan disalurkan bekerja harus bahkan wwajib memenuhi kriteria agar perusahaan-perusahaan yang telah menjadi mitra LP3I ini tidak kecewa dan meneruskan kerja sama. Apa kriterianya sulit? Semua tergantung sahabat sendiri. Tentunya untuk mencapai segala hal yang kita inginkan, kita harus berusaha dan ebrtekad kuat. Bukan berarti LP3I lepas tangan dan tidak mau membantu peserta didiknya. Dengan berbagai kegiatan yang mendukung, LP3I berusaha membantu peserta didik untuk mencapai kriteria itu sehingga semakin banyak peserta didik yang terserap kerja dan bahwa slogan LP3I “Lebih Tepat dan Cepat Kerja” bukan hanya sebatas kata-kata aja.

Sahabat juga nggak perlu khawatir dengan masalah biaya. Banyak yang bilang kuliah di LP3I itu mahal. Padahal sebenarnya LP3I sudah mempberikan banyak kemudahan dalam masalaha biaya teruatam bagi mereka yang berprestasi. Contohnya, fleksibilitas dalam pembayaran uang kuliah, beasiswa dan dana pinjaman belajar yang bisa didapat oleh mereka yang ingin kuliah di LP3I. Sederhana kan sahabat?

Sekarang, LP3I sudah tersedia hampir di seluruh bagian Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Bali dan sebagainya.

Daftarnya juga mudah, Dengan situs pendaftaran online ,yang accessable, sahabat bisa daftar langsung dari rumah. Asik kan?

Mau tau info lebih lengkap tentang LP3I?? Sahabat bisa menghubungi SMS Care LP3I di 081514756666 atau via email di care@lp3i.ac.id
Ayo SEGERA BERGABUNG !!

Sumber : www.lp3i.ac.id
akun twitter : @LP3I_PASTI

Faktor Psikologis Keberhasilan Wiirausaha

Image

WIRAUSAHA atau enterpreneur merupakan orang yang berperilaku kreatif dan inovatif sebagai tanggapan terhadap lingkungan. Jadi, kewirausahaan adalah perilaku. Dan sebagai perilaku, kewirausahaan itu dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis.

Keberadaan faktor psikologis ini, sebagian dapat dianggap faktor ‘bawaan’, dan sebagian terbesar merupakan faktor ‘didikan’, artinya keberadaannya itu merupakan perolehan dari perjalanan hidup seseorang. Berikut ini, beberapa faktor psikologis penting yang telah banyak diyakini sebagai faktor penunjang keberhasilan wirausaha.

  • Keinginan mandiri. Seorang wirausaha umumnya terbentuk karena keinginan mandirinya mendominasi sikap hidupnya dalam bekerja. Ia tidak ingin tergantung kepada orang lain (baca: perintah dan pemikiran orang lain). Bila orang seperti ini bekerja dibawah pengaruh orang lain ada kecenderungan untuk terjadi konflik dengan atasannya, maka kerap kali hal ini yang memperkuat hasratnya untuk mandiri dan menjadi wirausaha.
  • Dorongan untuk berprestasi. Dorongan semacam ini digolongkan sebagai suatu faktor kewirausahaan yang penting. Wirausaha yang berhasil rata-rata memiliki dorongan berprestasi yang tinggi. Orang seperti itu, tentu mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk menjadi wiraushawan yang berhasil. Dorongan berprestasi ini dipandang sedemikian penting sehingga dibanyak negara, telah memasukkan faktor ini dalam kepribadian seseorang dengan melakukan pelatihan “Achievment Motivation Training.”
  • Dorongan untuk mempengaruhi kepada orang lain. Ketika seorang wirausaha mulai mencoba mewujudkan cita-citanya, maka ia tentu membutuhkan orang lain. Oleh karena itu, dorongan untuk berpengaruh kepada orang lain menjadi penting bagi keberhasilan usahanya. Kebutuhan inilah yang menempatkan dirinya dalam barisan pemimpin, dan diakui sebagai pemimpin.
  • Menghargai kerja tangan. Dalam banyak penelitian tampak bahwa para wirausaha yang berhasil umumnya lebih menghargai kerja tangan secara langsung dibandingkan dengan mereka yang bukan wirausaha. Hal ini bisa dimengerti karena yang bukan dari tangan dan ketrampilannya, orang bisa melihat lahirnya produk-produk wirausaha.
  • Belajar dari pengalaman. Seorang wirausaha mempunyai kecenderungan untuk terbuka terhadap umpan balik yang diterimanya. Umpan balik selalu penting untuk mengoreksi dan memperbaiki diri. Umpan balik ini bisa datang dari pekerjaan, pengalaman, lingkungan dan orang lain. Karenanya seorang wirausaha luwes, tidak kaku, berani berubah bila ternyata langkahnya dianggap tidak tepat lagi.
  • Menghargai hasil. Seorang wirausaha menunjukkan kecenderungan mengutamakan hasil dan bukan cara. Sebagai seseorang yang mengutamakan hasil, seorang wirausaha juga selalu berorentasi pada pemecahan persoalan, dan tidak cenderung menghindar dari persoalan.
  • Menabung untuk esok hari. Ada kecenderungan bahwa wirausaha yang berhasil adalah mereka yang gemar menabung untuk hari depannya. Uang baginya merupakan modal, bahan baku yang dapat mewujudkan ide-ide cemerlangnya dan bukannya sekedar anggaran belanja yang bisa dihabiskan sesaat.
  • Sadar arti penting sebuah waktu. Orang yang selalu menyeselai kegagalan dan mengenang keberhasilan masa lalu tidak dapat hidup realistis. Seorang wirausaha mempunyai orentasi waktu yang seimbang. Masa depan dilihatnya sebagai ladang peluang-peluang. Tetapi, ia cukup pragmatis untuk hidup dan memanfaatkan waktu-waktu sekarang. Tepatnya, ia sangat menghargai waktu. Ia sadar bahwa peluang sangat tergantung kecepatan bergerak dan ketepatan waktu.
  • Berpandangan bahwa nasibnya lebih ditentukan oleh dirinya sendiri. Dalam ilmu psikologi dikenal dua macam cara seseorang memandang akibat-akibat yang terjadi pada dirinya. Pertama, pandangan bahwa akibat-akibat yang terjadi pada diri seseorang itu lebih ditentukan oleh faktor di luar dirinya. Kedua, berpandangan bahwa kejadian-kejadian yang dialami seseorang sebenarnya lebih diakibatkan oleh ulahnya sendiri.

Dari sini, para wirausaha cenderung memiliki pandangan yang kedua. Artinya kegagalan yang dialaminya bukan dianggap sebagai nasib buruk (baca: kesalahan orang lain), tetapi lebih dipercayai sebagai ketidaktepatan tindakannya atau kekurang mampuannya.

  • Berhitung dalam mengambil resiko. Semua wirausaha yang memulai usahanya selalu dihadapkan pada berbagai resiko. Wirausaha yang berhasil umumnya bukan mereka yang memandang enteng terhadap resiko, bukan pula mereka yang selalu menghindari resiko dan cari aman saja. Namun, umumnya mereka berhasil karena selalu memperhitungkan resiko itu. Wallahu a’lam.***

Penulis adalah Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, http://www.miqra.blogspot.com.

Sumber : Kompasiana.com

Pemilihan Guru Terbaik Indonesia – LP3I 2013 DIPERPANJANG

 
pengumuman-kompetisi_diperpanjang
 
Fb-sumbangsih-guru
 
“Kirimkan karya ilmiah, persembahan darimu guru bagi bangsa”
 
Pemilihan Guru berprestasi diadakan dalam rangka mendorong proses pendidikan agar dapat lebih menuju kearah kedewasaan, kematangan dan kemandirian. Untuk meningkatkan dedikasi, prestasi kerja dan prestasi akademis serta dalam rangka memperkuat rasa persaudaraan dan kesatuan nasional.
 
1.      Persyaratan Calon Peserta
 
Ø  Memberikan 1 proposal karya ilmiah yang akan dilombakan
Ø  Guru sekolah menengah atas / sekolah menengah kejuruan / sekolah madrasah aliyah .
Ø  Berstatus sebagai guru aktif  yang sedang melaksanakan proses belajar mengajar/praktik/bimbingan dan konseling.
Ø  Mempunyai masa kerja sebagai guru  dibuktikan dengan SK CPNS/ SK  penugasan bagi guru swasta.
Ø  Mempunyai konsep pemikiran inovatif dan semangat untuk membangun sistem pendidikan dan konsep pemikiran pengentasan penganguran di Indonesia. (Dituangkan dalam bentuk  deskriptif 1 halaman, dijadikan file lampiran pendukung)
Ø  Mempunyai visi misi yang kuat untuk mewujudkan impian
Ø  Sehat fisik dan Mental
Ø  Beragama & Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Ø  Memiliki Kemampuan Berbahasa yang baik
Ø  Mendapatkan surat ijin / keterangan dari kepala sekolah
Ø  Bukti prestasi fisik yang dimiliki  dapat dijadikan lampiran pendukung, dan telah disyahkan oleh pihak sekolah. (Apabila ada)
 
2.      Pendaftaran
 
Pendaftaran calon peserta dilakukan dengan cara mengisi form pendaftaran online paling lambat tanggal 20 Mei 2013 jam 24.00 WIB di www.lp3i.ac.id
 
3.      Prosedur Pengiriman Karya Ilmiah
 
 daftar
 
4.      Apresiasi
 
Juara 1       : Umroh
Juara 2       : Uang senilai Rp 5.000.000,-
Juara 3       : Uang senilai Rp 7.000.000,-
 
 
 
Sumber : www.lp3i.ac.id
akun twitter : @LP3I_PASTI

LOMBA LOGO HUT LP3I MENUJU 25 TAHUN LP3I MEMBANGUN NEGRI, MENCETAK GENERASI CEMERLANG MELALUI PERAN PENDIDIKAN BERKUALITAS!

 
Dalam rangka menyambut HUT LP3I ke 24 tahun maka dengan ini LP3I menyelenggarakan Sayembara/Lomba Logo “Menuju 25 Tahun LP3I Membangun Negri, Mencetak Generasi Cemerlang, Melalui Peran Pendidikan Berkualitas – LP3I For Indonesia 2014”, Sayembara terbuka untuk umum, dan diharapkan dapat menghasilkan sebuah logo yang dapat merefleksikan komitment LP3I bagi bangsa melalui peran pendidikan, Diharapkan melalui sayembara ini dapat diperoleh sebuah logo yang mampu merefleksikan kepemimpinan, Prestasi, dalam merefleksikan kepentingan bangsa
LP3I Berkomitment untuk dapat mencerdaskan anak bangsa melalui program pendidikan yang sejalan dengan kepentingan nasional yaitu menyesuaikan kurikulum dengan dunia kerja serta dalam rangka mencetak pengusaha muda, Mencetak Generaasi Cemerlang bagi Indonesia, memberantas pengangguran melalui kualitas pendidikan.
Dalam Rangka itu, LP3I mengundang partisipasi para pencipta seni nasional untuk berpartisipasi dalam kegiatan sayembara Logo.  Baca lebih lanjut

Mengelola Usaha Sendiri

Gambar

 

Berikut adalah tips-tips yang harus dijalankan dalam usaha agar cepat berkembang dan sukses :

a.Jujur pada diri sendiri

b.Menemukan kebutuhan orang dan mengisinya

c.Pilih produk atau jasa dimana anda bisa menjual lebih banyak dibandingkan dengan biaya sewaktu membuat atau membelinya

d.Buatlah perkiraan yang realistis dari biaya anda, kemudian gandakan mereka

e.Jujur pada pelanggan dan prospek

f.Memahami pentingnya pemasaran dan belajar bagaimana melakukannya secara efektif

g.Perlakukan pemasok, produsen, penyedia layanan anda dengan hormat dan biarkan mereka tahu anda menghargai mereka

h.Pasarkan produk atau jasa anda lewat internet

i.Jangan mengharapkan keajaiban

j.Ingatkan diri anda bahwa anda tidak sendirian dalam menjalankan bisnis. Baca lebih lanjut

Entrepreneur For Women

Gambar

1.Wanita Berbisnis Siapa Takut ?

berikut adalah hal-hal yang perlu di kembangkan oleh seseorang bila ingin menjadi pebisnis :

a.Professional  : senantiasa mangasah kemampuan kita yang berkaitan dengan hobi tersebut, dengan cara memprlajari dari buku-buku,mengikuti kursus, dan belajar dari teman-teman pengusaha yang sudah berpengalaman. Baca lebih lanjut